Kamis, 22 Juni 2017

LEADERSHIP

LEADERSHIP
 
1. Kepemimpinan Situasional: Menceritakan

Menceritakan adalah tingkat terendah gaya kepemimpinan. Karyawan baru memerlukan instruksi langsung, jadi ini disebut "Menceritakan" atau "Mengarahkan" Pengikutnya ditandai oleh rendahnya kompetensi dan komitmen tinggi, namun tidak mampu mematuhi, dengan kemungkinan perasaan tidak aman. Pemimpin harus sangat fokus pada tugas, bukan hubungan dengan karyawan, karena sebuah hubungan belum ada.

Bila seorang karyawan tidak dapat melakukan pekerjaan karena mereka tidak dapat diketahui, pemimpin harus meluangkan lebih banyak waktu untuk bekerja dengan karyawan tersebut, menawarkan instruksi yang jelas dan tindak lanjut yang teratur. Pemimpin harus memberi semangat dan motivasi, menawarkan pujian atas hasil positif dan koreksi kurang dari hasil positif. Idenya adalah memotivasi pengikut untuk naik ke tingkat kemampuan selanjutnya.

2. Kepemimpinan Situasional: Menjual

Menjual alamat pengikut yang telah mengembangkan beberapa kompetensi dengan komitmen yang lebih baik. Pengikut belum yakin, tapi terbuka untuk menjadi kooperatif dan termotivasi. Pemimpin harus tetap fokus pada tugas dan ini masih membutuhkan banyak waktu dari pemimpin, tapi fokus sekarang juga mencakup pengembangan hubungan dengan karyawan. Bangunlah kepercayaan yang sudah mulai berkembang dan dorongan yang telah ditunjukkan.

Pemimpin harus meluangkan lebih banyak waktu untuk mendengarkan dan menawarkan saran, menjadwalkan pengikut untuk pelatihan tambahan jika situasinya memerlukannya. Fokusnya adalah melibatkan follower sehingga bisa berkembang ke level berikutnya. Ada yang kurang "bercerita" dan lebih "menyarankan" yang memberi dorongan lebih, bertindak sebagai pelatih. Hal ini ditunjukkan sebagai pengakuan bahwa mereka telah berkembang dan hal itu memotivasi mereka untuk maju lebih jauh lagi.

3. Kepemimpinan Situasional: Berpartisipasi

Berpartisipasi menangani pengikut yang sekarang kompeten di tempat kerja, namun tetap agak tidak konsisten dan belum berkomitmen penuh. Pengikut mungkin tidak kooperatif atau melakukan pekerjaan sesedikit mungkin, terlepas dari kompetensi mereka dalam tugasnya. Pemimpin harus berpartisipasi dan mendukung pengikut, mendidik, mendukung dan mendidik kembali.

Pemimpin tidak lagi perlu memberikan instruksi terperinci dan menindaklanjuti sesering mungkin, namun perlu terus bekerja dengan pengikut untuk memastikan pekerjaan dilakukan pada tingkat yang dibutuhkan. Pengikutnya sekarang sangat kompeten, namun belum yakin dengan kemampuannya atau tidak berkomitmen penuh untuk melakukan yang terbaik dan unggul. Pemimpin sekarang harus lebih fokus pada tugas yang ditugaskan dan lebih pada hubungan antara pengikut, pemimpin, tim, dan kelompok.

4. Kepemimpinan Situasional: Mendelegasikan

Mendelegasikan adalah tujuan akhir yang paling akhir. Seorang pengikut yang merasa cukup berdaya dan kompeten untuk mengambil bola dan menjalankannya dengan sedikit pengawasan. Pengikut menjadi sangat kompeten, memiliki komitmen tinggi, termotivasi, dan berdaya.

Pemimpin sekarang dapat mendelegasikan tugas kepada pengikut dan mengamati dengan sedikit tindak lanjut, mengetahui bahwa hasil yang dapat diterima atau bahkan sangat baik akan tercapai. Ada fokus rendah pada tugas dan fokus rendah pada hubungan. Tidak perlu memuji pengikut pada setiap tugas, meski terus memuji kinerja yang luar biasa harus diberikan. Kita semua suka dipuji karena pekerjaan dilakukan dengan sangat baik, itu membuat kita merasa baik dan itu motivasional.

*sumber : http://www.coconutshark.com/coconut-shark-blogs/leadership-telling-selling-participating-delegating.

Sabtu, 17 Juni 2017

SEMINAR TECH IN ASIA “STARTUP FOUNDER”

ARTIKEL TENTANG SEMINAR
TECH IN ASIA “STARTUP FOUNDER”
                Disaat saya mengikuti seminar tersebut kami mendapat beberapa pengetahuan baru dengan bagaimana cara membuat atau mendirikan sebuah perusahaan berbasis internet. Pertama, apakah anda tahu startup itu apa? Pengertian startup yaitu sebuah perusaan yang baru saja di bangun atau masih dalam rintisan, namun tidak berlaku untuk sebuah bidang usaha istilah startup ini lebih di kategorikan untuk perusahaaan bidang teknologi dan informasi yang berkembang  di dunia internet. Jenis bisnisnya  bisa beragam, misalnya seperti pengembang aplikasi, sistim pembayaran, jasa, perdagangan dan lain sebagainya.
Contoh startup di Indonesia misalnya :
  • Kaskus
  • Bukalapak.com
  • Lazada 
  • Tokopedia
  • Shopee 
  • Go-jek
  • Grab
  • Traveloka, dll
Ketika kami mengikuti seminar ini ada dua narasumber yang akan menjelaskan serta memberi kami arahan tentang startup founder ini,berikut ini kedua narasumber itu
             
             Yang pertama bernama Bernandus sumartok, beliau adalah CEO founder Tripvisto, bagi anda yang belum tahu Tripvisto itu apa?. Tripvisto merupakan situs marketplace paket wisata dan tiket atraksi liburan di Indonesia. Mereka melayani pemesanan paket-paket wisata ke berbagai destinasi di dunia, baik lokal maupun internasional, dengan tingkat fleksibilitas tinggi. Pergi kapan saja dan ke mana saja dengan jumlah traveler yang banyak sekalipun. Mereka  bekerja sama dengan supplier travel lokal di masing-masing daerah, untuk ikut memasarkan produk ataupun jasa mereka di Tripvisto. Lokasi mereka ada d, Jalan Arteri Pondok Indah No. 12D, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12240, Indonesia.
            
             Bapak Bernandus Sumartok pernah gagal 1 kali dalam membangun start up tapi dia tetap berusaha dan akhirnya beliau membangun kembali pada Agustus 2014. Awal dibagun dengan 4 orang hingga berjalan ya waktu tumbuh menjadi 40 team dan spending less than $1M. Beliau menganggap bahwa startup itu seperti kekeluargaan dan juga dia menganggap seperti soccer team/ team sepak bola, setiap pemain saling membantu, jadi maksud beliau adalah setiap pegawainya saling membantu satu sama lain tidak bekerja dalam bidangnya saja “ your goal should be to buy the wins, shouldn’t be to buy the player. Di dalam startup experience kurang berpengaruh because people with multitalent yang lebih dibutuhkan, menurut dia juga membuat teamnya merasa happy adalah salah satu cara membuat pelanggan senang, cara beliau agar karyawannya tetap dalam perusahannya adalah dengan cara mempererat kekeluargaan dan memberikan rewards, tetapi jika karyawan tersebut tetap inginn pindah beliau akan membiarkannya untuk pindah.

 Yang kedua bernama Agung Nugroho, beliau adalah CEO dari Kudo. Bagi anda yang belum mengetahui Kudo itu apa?. KUDO (singkatan dari Kios Untuk Dagang Online) adalah sebuah perusahaan teknologi yang menciptakan sebuah platform yang memberikan peluang kepada masyarakat Indonesia untuk memiliki peluang usaha dengan menjadi penjual produk dari berbagai usahawan ternama. KUDO didirikan oleh Albert Lucius dan Agung Nugroho pada bulan Juli 2014. Mereka adalah dua orang lulusan US Business of School, UC Berkeley.  Berawal dari hanya 21 karyawan, di tahun 2016 KUDO telah berkembang menjadi sebuah perusahaan teknologi dengan lebih dari 350 karyawan, Pada bulan September 2016. Di aplikasi KUDO tersedia jutaan produk yang bisa diperdagangkan oleh agen KUDO. Bukan hanya produk rumah tangga, elektronik, fashion maupun kosmetik, dan produk online lainnya, KUDO juga menyediakan jasa transaksi pulsa, pembeian voucher game, pembelian asuransi, pembayaran tagihan (PLN, PAM, cicilan motor) dan pemesanan tiket.
Berikut sebuah dokumentasi disaat saya dan beberapa teman kelas saya mengikuti seminar ini.


 

Selasa, 13 Juni 2017

PERAN KOMUNIKASI DI BIDANG TEKNIK SIPIL



PERAN KOMUNIKASI DI BIDANG
TEKNIK SIPIL
Selasa 13 Juni 2017
Oleh: Hafiz Maha Pramana
NPM: 13316148
Kelas: 1TA05

    I.          Pendahuluan
Pengertian Komunikasi Secara Umum adalah proses pengiriman dan penerimaan pesan atau informasi antara dua individu atau lebih dengan efektif sehingga dapat dipahami dengan mudah. Istilah komunikasi dalam bahasa inggris disebut communication, yang berasal dari kata communication atau communis yang memiliki arti sama atau sama yang memiliki makna pengertian bersama. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita dari dua orang atau lebih agar pesan yang dimaksud dapat dipahami. 
Pengertian Komunikasi menurut definisi James A.F.Stoneradalah proses dimana seseorang berusaha memberikan pengertian dengan cara pemindahan pesan. Sedangkan menurut definisi Prof. Drs. H.A.W. Widjaya yang mengatakan bahwa pengertian komunikasi adalah hubungan kontak antar dan antara manusia baik individu maupun kelompok. Menurut definisi William F.Glueck yang menjelaskan bahwa komunikasi dapat dibagi menjadi dengan dua bentuk. yaitu sebagai berikut....
  • Interpersonal Communications : Interpersonal communications (komunikasi antarpribadi adalah proses pertukaran informasi serta pemindahan pengertian antara dua orang atau lebih di dalam suatu kelompok kecil manusia. 
  • Organization Communications : Organization communications adalah proses dimana pembicara secara sistematis memberikan informasi dan memindahkan pengertian kepada orang yang banyak dalam organisasi dan kepada pribadi-pribadi dan lembaga-lembaga di luar yang ada hubungan. 

Secara umum, tujuan komunikasi adalah sebagai berikut: 
  • Supaya yang disampaikan komunikator dapat dimengerti oleh komunikan. Agar dapat dimengerti oleh komunikan maka komunikator perlu menjelaskan pesan utama dengan sejelas-jelasnya dan sedetail mungkin. 
  • Agar dapat memahami orang lain. Dengan melakukan komunikasi, setiap individu dapat memahami individu yang lain dengan kemampuan mendengar apa yang dibicarakan orang lain. 
  • Agar pendapat kita diterima orang lain. Komunikasi dan pendekatan persuasif merupakan cara agar gagasan kita diterima oleh orang lain. 
  • Menggerakkan orang lain untuk melakukan sesuatu. Komunikasi dan pendekatan persuasif kita mampu membangun persamaan presepsi dengan orang kemudian menggerakkannya sesuai keinginan kita. 
Dalam manfaat dan dampak yang ditimbulkan komunikasi memiliki fungsi-fungsi yang sangat berperan dalam kehidupan masyarakat. Secara umum, fungsi komunikasi adalah sebagai berikut:
  • Sebagai Kendali : Fungsi komunikasi sebagai kendali memiliki arti bahwa komunikasi bertindak untuk mengendalikan perilaku orang lain atau anggota dalam beberapa cara yang harus dipatuhi. 
  • Sebagai Motivasi : Komunikasi memberikan perkembangan dalam memotivasi dengan memberikan penjelasan dalam hal-hal dalam kehidupan kita. 
  • Sebagai Pengungkapan Emosional : Komunikasi memiliki peranan dalam mengungkapkan perasaan-perasaan kepada orang lain, baik itu senang, gembira, kecewa, tidak suka. dan lain-lainnya. 
  • Sebagai Informasi : Komunikasi memberikan informasi yang diperlukan dari setiap individu dan kelompok dalam mengambil keputusan dengan meneruskan data guna mengenai dan menilai pemilihan alternatif. 
Dalam berkomunikasi diperlukan syarat-syarat tertentu dalam penggunaannya. Syarat-syarat komunikasi adalah sebagai berikut.. 
  • Source (sumber) : Source adalah dasar dalam penyampaian pesan dalam rangka memperkuat pesan itu sendiri. Sumber komunikasi adalah orang, lembaga, buku dan lain-lain. 
  • Komunikator : komunikator adalah pelaku penyampain pesan yang berupa individu yang sedang berbicara atau penulis, dapat juga berupa kelompok orang, organisasi komunikasi seperti televisi, radio, film, surat kabar, dan sebagainya. 
  • Pesan : pesan adalah keseluruhan yang disampaikan oleh komunikator. Pesan mempunyai tema utama sebagai pengarah dalam usaha mengubah sikap dan tingkah laku orang lain. 
  • Saluran (channel) : Saluran adalah komunikator yang digunakan dalam menyampaikan pesan. Saluran komunkasi berupa saluran formal (resmi) dan saluran informal (tidak resmi). Saluran formal adalah saluran yang mengikuti garis wewenang dari suatu organisasi, seperti komunikasi antara pimpinan dan bawahannya, sedangkan saluran informal adalah saluran yang berupa desas-desus, kabar burung dan kabar angin. 
  • Komunikan : komunikan adalah penerima pesan dalam komunikasi yang berupa individu, kelompok dan massa
  • Effect (hasil) : effek adalah hasil akhir dari suatu komunikasi dengan bentuk terjadinya perubahan sikap dan perilaku komunikan. Perubahan itu bisa sesuai keinginan atau tidak sesuai dengan keinginan komunikator. 
 II.          Pembahasan dan Analisis
Pendapat Lain Para Ahli Tentang Komunikasi

Menurut Onong Uchjana Effendy, Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu, mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan (langsung) ataupun tidak langsung (melalui media).
Menurut Raymond Ross, Komunikasi adalah proses menyortir, memilih, dan pengiriman simbol-simbol sedemikian rupa agar membantu pendengar membangkitkan respons/ makna dari pemikiran yang serupa dengan yang dimaksudkan oleh komunikator.
Menurut Gerald R. Miller, Komunikasi terjadi saat satu sumber menyampaikan pesan kepada penerima dengan niat sadar untuk memengaruhi perilaku mereka.
Menurut Everett M. Rogers, Komunikasi adalah proses suatu ide dialihkan dari satu sumber kepada satu atau banyak penerima dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.
Menurut Carl I. Hovland, Komunikasi adalah suatu proses yang memungkinkan seseorang menyampaikan rangsangan (biasanya dengan menggunakan lambang verbal) untuk mengubah perilaku orang lain.

 Peran Komunikasi Pada Teknik Sipil
                       
Teknik sipil selalu bergerak di bidang pembangunan. Analisa struktur, Hidrologi, Konstruksi Jalan,  dan Manajemen Konstruksi adalah contoh bidang pekerjaan yang terdapat pada Teknik Sipil. Bergerak dalam bidang pembangunan bukan berarti Teknik Sipil tidak memntingkan peran komunikasi pada organisasinya. Komunikasi juga sangat berperan penting dalam oraganisasi Teknik Sipil supaya tidak terjadi miss communication di antara para anggotanya. Berikut beberapa peran komunikasi pada Teknik Sipil













DAFTAR PUSTAKA